Tokyo (ANTARA News) - Shinzo Abe, yang partainya Partai Demokrat Liberal memenangi Pemilu Jepang Minggu ini, kembali menjadi Perdana Menteri yang berpandangan kanan dan akan menajamkan pandangan Jepang terhadap dunia.
Dia pernah menjadi PM Jepang termuda manakala berkuasa pada 2006, dalam usia 52 tahun. Dia juga PM Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia II. Tapi dia terpental dari kekuasaan karena partainya kalah suara besar pada Pemilu sebelumnya.
Kini pria yang berusia 58 tahun itu akan mengenalkan ideologi konservatif yang menerapkan diplomasi yang keras, termasuk terhadap China yang lagi kian percaya diri dan Korea Utara yang sukar ditebak itu.
Seraya menyebut dirinya pemimpin tak kenal kompromi, Abe menyuarakan kesediannya untuk mengamandemen UU demi melonggarkan kebijakan moneter bank sentral (Bank of Japan) yang sepertinya akan lebih banyak mencetak uang, membeli lebih banyak obligasi dan mengatasi inflasi demi mencapai pertumbuhan ekonomi.
Calon PM Jepang ini akan menjadi orang kedua Jepang di era modern yang dua kali menjabat PM setelah Shigeru Yoshida yang memimpin Jepang pada 1946-47 dan 1948-54.
LDP telah memenangi mayoritas kursi parlemen, namun para analis lebih menyebut ini sebagai hukuman pemilih atas kinerja mengecewakan partai berkuasa, Partai Demokrat Jepang.
Abe telah menjadi perdana menteri Jepang yang bolak balik berkuasa di keperdanamenteriaan Jepang. Kembalinya dia ke kursi PM akan menjadikannya tujuh kali bolak balik dalam jangka enam tahun.
Abe berkuasa setelah dipilih PM Junichiro Koizumi untuk menggantikannya. Dia adalah deputinya Koizumi.
Pada masa itu, dia melanjutkan agenda reformasi Koizumi yang juga menjadi kalangan muda yang gerah atas pemulihan ekonomi bangsanya yang rentan retak kala itu.
Pandangan kerasnya terhadap Korea Utara di mana dia pada 2002 mengakui bahwa negeri itu telah menculik warga Jepang pada 1970-an dan 1980-an, telah menarik para pemilih.
Produk generasi ketiga politik Jepang yang besar di lingkungan keluarga konservatif yang elite dan makmur ini mengaku sakit menyusul kekalahan pada Pemilu 2007 dan skandal yang melibatkan para menterinya.
Sejak kembali ke LDP secara agresif dia mengampanyekan Jepang yang tak mau kompromi terhadap dunia.
Salah satu prakarsa agresifnya adalah usulan merevisi konstitusi negerinya yang pasifis yang sebelumnya disusun pada 1947 setelah kalahnya Jepang dari Amerika Serikat pada Perang Dunia II, tujuh tahun sebelum dia lahir.
Dia berjanji menanamkan patriotisme di sekolah-sekolah Jepang dan mengunjungi kuil kontroversial Yasukuni di Tokyo yang dianggap sebagai simbol agresi Jepang ke China dan Korea.
Kakeknya, Nobusuke Kishi, adalah anggota kabinet Jepang pada Perang Dunia II dan dijebloskan ke penjara karena tuduhan penjahat perang.
Kishi kemudian menjadi PM pasca PD II, dengan menyerang kaum kiri demi membangun aliansi dengan Washington.
Ayahnya adalah Shintaro Abe, menteri luar negeri yang ambisinya menjadi PM tak pernah kesampaian.
Shinzo Abe mengambilalih kursi parlemen ayahnya pada 1993 menyusul kematiann sang ayah dan lebih mewujudkan ambisi pribadinya ketimbang meneruskan cita-cita ayahnya.
Citra kanan Abe dilembutkan oleh penampilan istrinya, Akie Abe, anak dari seorang pengusaha terkenal Jepang yang dikenal pecinta budaya Korea Selatan.
Pasangan ini tak dikaruniai satu anak pun, demikian AFP. (*)

0 komentar :
Posting Komentar